Yayasan Senyum Indonesia Madani
Yayasan Senyum Indonesia Madani lahir dari kondisi krisis multidimensi yang melanda Indonesia sejak tahun beberapa tahun silam dan sampai saat ini belum mampu membendung derasnya aliran krisis multidimensi tersebut, terutama di kalangan masyarakat menengah ke bawah yang diperparah dengan berbagai ketidakmampuan dan ketidakpedulian masyarakat, berdasar hal itulah di bentuk Yayasan Senyum Indonesia Madani melalui akte Notaris tanggal 25 Agustus 2011 sebagai lembaga sosial pengelola bantuan masyarakat. Dengan melalui 3 program utama yaitu; Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Masyarakat, Pendidikan dan Kesehatan yang terutama di wilayah Indonesia diperuntukkan (khususnya) bagi masyarakat menengah kebawah terutama masalah 3 pokok utama : kesehatan, ekonomi dan pendidikan.
Misi dan Tujuan Utama
Menyatukan umat Islam tanpa membedakan latar mazhab dan pendekatan dakwah.
Menyebarkan pendidikan Islam berkualitas dan inklusif.
Mendorong kemandirian ekonomi umat.
Menjaga akidah umat dari penyimpangan dengan pendekatan hikmah dan kasih sayang.
Kepemimpinan Saat Ini
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Al Ittihadiyah periode 2022-2027
Ketua Umum
KH. Nuruzzaman
Sekretaris Jendral
Dr. Mangesti Waluyo Sedjati
Ketua Majelis Syuro
Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo
Ketua Majelis Pertimbangan
Prof. Dr. KH. Martin Roestamy, S.H., M.H.
Ketua Majelis Pakar
Prof. Dr. Ir. H. Muladno, MSA., IPU.
Cabang Al-Ittihadiyah
Al-Ittihadiyah saat ini memiliki kepengurusan aktif di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di:
- Sumatera Utara: Medan, Langkat, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Simalungun, Karo.
- Wilayah pengembangan: Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Riau, Aceh, dan Sulawesi Selatan
Kepemimpinan Saat Ini
Di bawah kepemimpinan KH. Ir. Nuruzzaman, Al-Ittihadiyah menegaskan jati dirinya sebagai gerakan ulama dan umat yang aktif merespons zaman.
🗣️ “Al-Ittihadiyah bukan hanya ormas, ia adalah gerakan. Gerakan ulama untuk menyatukan umat, mendidik bangsa, dan memajukan peradaban Islam Indonesia secara damai, terbuka, dan kolaboratif.”
— KH. Ir. Nuruzzaman, Ketua Umum PB Al-Ittihadiyah


